Oleh: Fuad Nashori (Ketua Umum API 2003-2011)

 

Pak Yadi adalah the significant person dalam wacana Psikologi Islam di Indonesia. Suatu saat pak Yadi bercerita bahwa ia adalah orang yang ikut meramaikan salah satu tonggak penting Psikologi Islam di Indonesia, yaitu simposium nasional Psikologi Islam di UMS 1994). Kalau tak salah, saat itu Pak Yadi masih tinggal di Bandung dan datang ke Solo dengan ghirah yang berkobar.

Komitmennya yang tinggi terhadap Psikologi Islam ditunjukkan dengan kesediaannya untuk berkontribusi pemikiran tentang Psikologi Islam secara ikhlas. Dalam banyak acara simposium nasional, seminar nasional, dialog pakar, temu ilmiah yang bertajuk Psikologi Islam, Pak Yadi dengan senang hati menyediakan makalah tanpa mendapat honor. Ketika saya menjadi ketua umum API 2003-2011, saya sering meminta pak Yadi dan beliau dengan senang hati menyediakan pemikiran dan waktunya.

Saya sering berbincang secara personal dengan sahabat yang kayak ide dan aktivitas ini. Pemikiran yang kaya, bisnis yang beliau jalankan bersama istri, pesantren dan rehabilitasi narkoba, bahkan tentang keluarga adalah topik yang menggairahkan persahabatan kami. Pada dekade 1990 an dan 2000-an kami sangat sering ketemu, biasanya bersama Prof Abdul Mujib. Kesan saya adalah ini orang berbadan kecil tapi dengan pemikiran yang besar, sangat cinta dengan agamanya, penuh semangat, dan kadang terasa jiwa petarungnya yang hebat.

Sumbangsihnya dalam pengembangan psikologi islam juga luar biasa. Sejumlah bukunya telah dan insyaallah akan selalu menjadi rujukan peminat Psikologi Islam, seperti Epistemologi Psikologi Islami, Psikologi Marah, Etika Psikologi Islami, Memahami Mimpi: Perspektif Psikologi Islam, dsb.

Komitmennya yang tinggi dalam Psikologi Islam terlihat dari keterlibatan pak Yadi sebagai seorang pendiri API.  Pak Yadi adalah orang yang sejak tahun 1990-an sering bilang ke saya bahwa kita butuh asosiasi yang menghimpun peminat Psikologi Islam. Beliau sangat senang ketika suatu saat (tahun 2002) fakultas Psikologi UIN Jakarta berinisiatif menjadi tempat deklarasi pendirian API. Pak Yadi menyediakan kampusnya, kalau tak salah waktu jadi wakil dekan kemudian dekan, sebagai penyelenggara kongres pertama API. Pak Yadi sering bilang UMS senang jadi kampus tonggak2 penting Psikologi Islam.

Selain itu pak Yadi juga menyediakan waktunya sebagai ketua 1 Pengurus Pusat API periode 2003-2007. Setelah itu pak Yadi selalu duduk dlm struktur dewan pakar (2007-11, 2011-15, 2016). Ini menunjukkan pengakuan tentang posisi penting pak Yadi dalam pengembangan Psikologi Islam.

Semoga Alloh membalas semua pengabdian pak Yadi. Selamat jalan Saudaraku. Kami jadi saksi engkau adalah orang baik.

Sahabatmu: Fuad Nashori